Apakah kamu mahasiswa yang sedang berjuang untuk lulus di jenjang pendidikan S1, S2 ataupun S3? Apakah kamu merasa sendiri di tengah medan laga? Percayalah, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Ada banyak pejuang yang juga tertatih untuk menuju titik lulus yang didamba-dambakan. Bisa jadi masalahmu sama dengan mereka. Atau, boleh jadi ada banyak pejuang lulus lain memiliki masalah lebih banyak ketimbang permasalahan yang kamu punya.
Merasa sedih, jenuh, capek kan ya meniti perjuangan ini? Kami mengerti sekali. Wajar kok, karena memang banyak lika likunya meraih mimpi. Tapi sebentar saja ya sedih dan bapernya. Terlebih, tak boleh putus asa tentunya.
Yuk, buang jauh-jauh rasa gundah dan mulai berjalan lagi. Lalu dari mana mulainya? Tenang, ada kami ’teman lulus’ yang hadir untuk mendampingimu. Kami akan mengiringi jalanmu sambil terus memberimu semangat! Karena kami percaya akan niat baikmu untuk lulus, maka kamu layak untuk ditemani. Teman lulus akan selalu memegang sebuah keyakinan untuk membantumu karena “Kami paling memahami niat tulusmu untuk lulus!”
Iya! kami tahu niat mu sedari awal kau mengambil formulir pendaftaran kuliah: kau ingin lulus! Lalu juga niat yang sama ketika hari pertama kamu mulai menginjakkan kaki di kampus: kau ingin menyelesaikan apa yang hari itu telah kau mulai. Tak berubah percaya kami, tentang impian mu untuk lulus, ketika hari-hari berat mulai menjadi bagian rutinitas mu. Kau adalah pejuang yang membawa misi yang jelas akan sebuah proses panjang: lulus! Perkara hari ini kau menghadapi terjalnya jalan menuju kelulusan, bukan serta merta kau sebagai individu patut dipersalahkan. Ayo kita duduk bersama, lalu temukan kembali jalan menuju lulus mu. Lihatlah, ada kami untuk menjadi teman bicaramu. Kami percaya kau mampu!
Dari percaya itu, kami akan menjadi teman nyata mu untuk kembali bangkit, bergairah, dan tuntaskan usaha. Banyak jalan menuju Roma. Tentu proses perjalanan menuju ke Roma tak ditempuh dalam satu malam. Pengalaman kami sebagai pejuang lulus tak perlu kau ragukan lagi! Tim teman lulus percaya betul bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Inspirasi hadirnya teman lulus adalah pengalaman kami sendiri yang juga pernah atau bahkan sedang berada dalam situasi menjadi pejuang lulus.
Mari sekilas dengarkan cerita kami. Teman lulus memiliki founder-founder yang memiliki perjuangannya sendiri-sendiri menuju lulus. Kami berkumpul di teman lulus karena punya satu kesamaan: memiliki lika-liku berat untuk lulus. Ada salah seorang founder kami yang berjuang 2 tahun penuh bekerja di lab siang malam untuk menyelesaikan materi skripsi S1nya, dan akhirnya berhasil menyelesaikan studi setelah 5 tahun kuliah. Kala itu, selesai S1 dalam waktu 5 tahun bukanlah hal yang patut dibanggakan, sebaliknya sedikit menjadi catatan yang kurang baik. Teman lulus juga memiliki founder dengan cerita perjuangan menyelesaikan program magister di universitas ternama di Indonesia yang harus berjuang menghadapi pembimbingnya yang kurang bersahabat. Terpaksa akhirnya ia harus menambah 1 semester seharga puluhan juta hanya untuk menunggu approval dari pembimbingnya. Ada juga kisah heroik founder kami di salah satu universitas di negeri gingseng yang berjuang menyelesaikan kuliahnya dalam keadaam homesick yang melandanya. Ditambah Ia juga merasa terkucilkan dan terasing.
Teman lulus juga diinisiasi oleh seorang founder dengan perjuangan S3nya yang berliku curam dan terjal. Ia mengalami kegagalan menyelesaikan program S3 pertamanya di Indonesia, lalu takdir membawanya ke negara paling bahagia di dunia untuk menjalankan S3 di kampus peringkat 23 dunia bidang minatnya. Namun, ternyata hidup tetap menjadi medan perjuangan untuknya. Research group yang merupakan wadah utama bagi mahasiswa S3 bernaung, bubar di tahun ke-2 program PhDnya. Belum lagi kenyataan masalah keluarga yang harus diterima. Ia harus menerima takdir Allah yang memberinya anak premature. Anak yang sudah 6 tahun dinanti lahir dengan berat hanya 1200 gram saja yang mengharuskannya dirawat selama 3 bulan berturut-turut, tak terkecuali kedua orangtua yang harus menginap di rumah sakit selama periode waktu tersebut. Terakhir, teman lulus juga dilahirkan oleh founder dengan pengalaman perjuangan yang tak kalah mendebarkan, ia dipaksa keadaan harus ganti pembimbing. Tidak hanya 1 kali, tapi 2 kali. Luar biasa, tidak hanya menghadapi ujian penggantian pembimbing, tapi juga ujian terkait kondisi kesehatan dirinya yang mengharuskan bolak-balik rumah sakit. Mulai dari dugaan kanker dan operasi besar dan kecil yang harus dilaluinya bersamaan dengan berjalannya program kuliah doktoralnya.
Wah, macam-macam sekali kan ya lika liku hidup? Itu cerita singkat perjalanan menuju lulus Apakah kamu mahasiswa yang sedang berjuang untuk lulus di jenjang pendidikan S1, S2 ataupun S3? Apakah kamu merasa sendiri di tengah medan laga? Percayalah, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Ada banyak pejuang yang juga tertatih untuk menuju titik lulus yang didamba-dambakan. Bisa jadi masalahmu sama dengan mereka. Atau, boleh jadi ada banyak pejuang lulus lain yang memiliki masalah yang lebih banyak ketimbang yang kamu punya.
Merasa sedih, jenuh, capek kan ya meniti perjuangan ini? Kami mengerti sekali. Wajar kok, karena memang banyak lika likunya meraih mimpi. Tapi sebentar saja ya sedih dan bapernya. Terlebih, tak boleh putus asa tentunya.
Yuk, buang jauh-jauh rasa gundah dan mulai berjalan lagi. Lalu dari mana mulainya? Tenang, ada kami ’teman lulus’ yang hadir untuk mendampingimu. Kami akan mengiringi jalanmu sambil terus memberimu semangat! Karena kami percaya akan niat baikmu untuk lulus, maka kamu layak untuk ditemani. Teman lulus akan selalu memegang sebuah keyakinan untuk membantumu karena “Kami paling memahami niat tulusmu untuk lulus!”
Iya! kami tahu niat mu sedari awal kau mengambil formulir pendaftaran kuliah: kau ingin lulus! Lalu juga niat yang sama ketika hari pertama kamu mulai menginjakkan kaki di kampus: kau ingin menyelesaikan apa yang hari itu telah kau mulai. Tak berubah percaya kami, tentang impian mu untuk lulus, ketika hari-hari berat mulai menjadi bagian rutinitas mu. Kau adalah pejuang yang membawa misi yang jelas akan sebuah proses panjang: lulus! Perkara hari ini kau menghadapi terjalnya jalan menuju kelulusan, bukan serta merta kau sebagai individu patut dipersalahkan. Ayo kita duduk bersama, lalu temukan kembali jalan menuju lulus mu. Lihatlah, ada kami untuk menjadi teman bicaramu. Kami percaya kau mampu!
Dari percaya itu, kami akan menjadi teman nyata mu untuk kembali bangkit, bergairah, dan tuntaskan usaha. Banyak jalan menuju Roma. Tentu proses perjalanan menuju ke Roma tak ditempuh dalam satu malam. Pengalaman kami sebagai pejuang lulus tak perlu kau ragukan lagi! Tim teman lulus percaya betul bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Inspirasi hadirnya teman lulus adalah pengalaman kami sendiri yang juga pernah atau bahkan sedang berada dalam situasi menjadi pejuang lulus.
Mari sekilas dengarkan cerita kami. Teman lulus memiliki founder-founder yang memiliki perjuangannya sendiri-sendiri menuju lulus. Kami berkumpul di teman lulus karena punya satu kesamaan: memiliki lika-liku berat untuk lulus. Ada salah seorang founder kami yang berjuang 2 tahun penuh bekerja di lab siang malam untuk menyelesaikan materi skripsi S1nya, dan akhirnya berhasil menyelesaikan studi setelah 5 tahun kuliah. Kala itu, selesai S1 dalam waktu 5 tahun bukanlah hal yang patut dibanggakan, sebaliknya sedikit menjadi catatan yang kurang baik. Teman lulus juga memiliki founder dengan cerita perjuangan menyelesaikan program magister di universitas ternama di Indonesia yang harus berjuang menghadapi pembimbingnya yang kurang bersahabat. Terpaksa akhirnya ia harus menambah 1 semester seharga puluhan juta hanya untuk menunggu approval dari pembimbingnya. Ada juga kisah heroik founder kami di salah satu universitas di negeri gingseng yang berjuang menyelesaikan kuliahnya dalam keadaam homesick yang melandanya. Ditambah Ia juga merasa terkucilkan dan terasing.
Teman lulus juga diinisiasi oleh seorang founder dengan perjuangan S3nya yang berliku curam dan terjal. Ia mengalami kegagalan menyelesaikan program S3 pertamanya di Indonesia, lalu takdir membawanya ke negara paling bahagia di dunia untuk menjalankan S3 di kampus peringkat 23 dunia bidang minatnya. Namun, ternyata hidup tetap menjadi medan perjuangan untuknya. Research group yang merupakan wadah utama bagi mahasiswa S3 bernaung, bubar di tahun ke-2 program PhDnya. Belum lagi kenyataan masalah keluarga yang harus diterima. Ia harus menerima takdir Allah yang memberinya anak premature. Anak yang sudah 6 tahun dinanti lahir dengan berat hanya 1200 gram saja yang mengharuskannya dirawat selama 3 bulan berturut-turut, tak terkecuali kedua orangtua yang harus menginap di rumah sakit selama periode waktu tersebut. Terakhir, teman lulus juga dilahirkan oleh founder dengan pengalaman perjuangan yang tak kalah mendebarkan, ia dipaksa keadaan harus ganti pembimbing. Tidak hanya 1 kali, tapi 2 kali. Luar biasa, tidak hanya menghadapi ujian penggantian pembimbing, tapi juga ujian terkait kondisi kesehatan dirinya yang mengharuskan bolak-balik rumah sakit. Mulai dari dugaan kanker dan operasi besar dan kecil yang harus dilaluinya bersamaan dengan berjalannya program kuliah doktoralnya.
Wah, macam-macam sekali kan ya lika liku hidup? Itu cerita singkat perjalanan menuju lulus kami. Tapi dengan segala rintangan, akhirnya berhasil juga. Atas izin Allah, founder teman lulus mampu melewati itu semua. Oleh karena itu, kami paham sekali kalau kamu juga punya masalahmu sendiri kan untuk lulus?
Apapun masalah yang menderamu hari ini, kami tetap memiliki sebuah kepercayaan bahwa kelulusan mu layak untuk kita perjuangkan bersama-sama. Kami tak akan berubah, karena Kami paling memahami niat tulusmu untuk lulus!.
kami. Tapi dengan segala rintangan, akhirnya berhasil juga. Atas izin Allah, founder teman lulus mampu melewati itu semua. Oleh karena itu, kami paham sekali kalau kamu juga punya masalahmu sendiri kan untuk lulus? Yuk! Ikuti teman lulus karena kami hadir untuk menjadi teman mu menuju kelulusan.
Apapun masalah yang menderamu hari ini, kami tetap memiliki sebuah kepercayaan bahwa kelulusan mu layak untuk kita perjuangkan bersama-sama. Kami tak akan berubah, karena Kami paling memahami niat tulusmu untuk lulus!.
Kopenhagen, 2021
Founders TemanLulus